Senin, 09 Maret 2009

benarkah?

AKU. sedang termangu memandangi sesosok bayang yang kelabu, bayangan orang-orang yang sedang berkerumun. mereka saling memberikan bungkusan misterius yang berwarna-warni. begitu bungkusan itu diberikan pada orang lain, maka orang yang diberi bungkusan itu rela menyerahkan pipinya dan diciumnyalah pipi itu, kanan-kiri. begitu ajaibnya bungkusan itu hingga kulihat sepasang bayangan mengasingkan diri ke pojok gelap dan entah apa yang mereka lakukan disana; ya!! setelah memberikan bungkusan itu. di sudut yang lain aku melihat seorang gadis muda sedang menangis tersedu diatas tempat tidur, pakaiannya terbuka samasekali. sementara diujung tempat tidur itu duduk seorang pemuda yang sedang memegangi kepalanya sambil mencoba menenangkan gadis di tempat tidur itu. “aku akan bertanggungjawab” katanya. dan kurasa aku tahu alasannya, sebuah bungkusan berwarna-warni tergeletak diatas meja samping tempat tidur tersebut. Sungguh bungkusan yang sangat ajaib, entah dari mana mereka mendapatkannya. dengan sebuah bungkusan, mereka mendapatkan yang seharusnya belum saatnya mereka dapatkan.

Benarkah ini dunia yang Allah tinggalkan saat Dia memutuskan untuk Mengambil Muhammad dari dunia ini?

AKU. mendapati diriku tengah berada di tengah antrian yang sangat panjang seperi yang sering kulihat di pembagian BLT setiap tiga bulan di depan kantor pos. terkejap aku begitu menyadari semua yang mengantri itu adalah perempuan-perempuan muda, semuanya mengenakan daster panjang khas ibu hamil dan kulihat pula perut mereka menyambul kedepan; hamil. Seseorang yang berdiri di depanku menoleh dan berkata.

“Tentu kamupun melakukannya dengan kekasihmu waktu itu. memang, mereka itu cuma bermulut manis namun beracun dan hanya buaian yang membuat kita akhirnya terjatuh dalam perangkapnya. mungkin itu balas dendam sang Adam kepada hawa yang menyebabkan dia diusir dari sorga. tapi masih terlalu sakit di dadaku. saat mereka menyia-nyiakan cintaku yang amat tulus. Tak dapat kugambarkan betapa menyesalnya hatiku tertipu dengan bungkusan yang berwarna-warni itu. Akhirnya kubiarkan juga jahannam itu merobek ‘selaput dara’-ku malam itu. bukankah demikian halnya juga dirimu? hingga kamu mau mengantri berjam-jam disini? tentu saja untuk mengeluarkan ‘mani’ jahannam itu yang tertanam di rahimmu kan?

“jadi ini tempat aborsi?” tanyaku bingung.

“memang kau fikir apa? tempat mengaji?” pekiknya. semua orang disana menileh dan meneriakkan ‘hu….’ diwajahku.

“aku mesti pergi dari tempat terkutuk ini, ini perbuatan yang dilarang Agama, Astaghfirullahaladzim, ampuni aku ya Allah…” kataku sambil berlari menerobos kerumunan orang-orang itu. Masih sempat juga kudengar wanita itu berteriak dengan kerasnya.

“Jangan sok suci!!! kalau kamu memang orang taat beragama, kamu tak bakal berada di tempat yang kau sebut terkutuk ini. Dasar perempuan sok suci!!besok atau lusa kau akan kembali ke tempat ini untuk membuang mani jahannam itu demi menutupi Aibmu!!!”

AKU. Masih juga termangu memandangi sosok-sosok bayang yang kelabu. Dua sosok orang yang sedang berbincang, kudengar kata mereka.

“Saya heran mengapa muslim sekarang lebih suka merayakan hari spesial yang sama sekali tak dikenal akaran Agamanya, khususnya remaja. Meraka lebih mengenal hari raya ummat lain dari pada menetahui kapan Muhammad lahir. Apalagi merayakannya. Mereka lebih suka bertukar coklat dan hadiah di hari kafir terbunuh dan menyebutnya hari kasih sayang. Padahal banyak sekali yang menggunakan moment seperti itu untuk menghalalkan sesuatu yang sebenarnya haram dan membungkusnya dengan bungkusan yang indah benama ‘cinta’. Dan banyak sekali korbannya.”

‘Memang heran, hawa lebih suka melakukan sesuatu yang membuat nereka kambali dilecehkan adam, daripada merayakan kelahiran Muhammad yang berhasil mengangkat derajat dan status social mereka.”

Mengerikan sekali melihat kenyataan tentang pandangan para remaja mengenai hubungan antar lawan jenis yang bukan muhrim, dewasa ini menjadi suatu hal yang lumrah. Bukankah seks itu bertujuan untuk mendapatkan keturunan? Bukankah memang sudah seharusnya dilakukan dalam ikatan yang jelas? Dan bukannya dengan alasan yang sama sekali salah penafsiran; ‘cinta’. Dan saat si hawa hamil, mengapa itu justru dianggap penyimpangan yang seharusnya tidak terjadi? Bukankah seks bebas yang mereka lakukan yang merupakan kesalahan dan dosa besar?”

Terhenyak aku mendengar kata-kata dari sosok bayangan tersebut, setuju dan kuharap semua remaja mendengarnya. Agar mereka tahu dan bertobat. Bukankah Allah itu maha pemaaf? Bahkan Muhammadpun pernah melakukan kesalahan dan dimaafkan Allah.

AKU. Masih juga tak bias beranjak dari termangu dan memikirkan sesuatu. Apabila Allah tahu akan terjadi seperti ini, mengapa dia mengambil Muhammad dari dunia ini? Muhammad yang mengangkat derajat ummatnya dan menjadika ummatnya paling utama di sisi-Nya.

Aku baru beranjak dari kursi. kudengar suara bayiku menangis disana, kumatikan televisi yang sejak tadi menyala dan membuat bising. Kamu tahu? Akupun pernah melakukan kesalahan..

0 komentar: